Rabu, 27 Oktober 2010

HAYDEN, SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI



Reuters

Estoril - Nicky Hayden sudah tidak punya banyak pilihan. Pembalap tim Ducati ini harus meraih hasil terbaik di Portugal jika ingin mengakhiri musim ini dengan hasil yang positif.

Hayden hanya sekali merasakan podium di musim 2010. Dengan dua seri yang tersisa, pembalap Amerika Serikat ini sudah tak memiliki banyak kesempatan selain berusaha mencoba mendapatkan hasil terbaik di Estoril.

"Akhir musim sudah ada di penghujung dan kami masih memiliki dua balapan yang tersisa untuk melakukan dengan baik. Jadi sekarang atau tidak sama sekali terkait hasil untuk musim ini," kata Hayden seperti dilansir GP Update.

Hayden mengaku sangat mengenal baik karakteristik sirkuit Estoril. "Tidak ada yang sangat spesial dari trek yang terpisah dari bagian yang sangat cepat hingga ke bagian lurus dan di akhir lap ada chicane saya pikir ini yang terpelan di MotoGP."

Namun, yang pasti Hayden telah siap untuk bersaing dengan para pembalap lainnya di Estoril akhir pekan ini. "Dalam hal apapun kami telah siap dengan segala kondisi dan mencoba mengakhiri musim ini dengan jalan positif," tukasnya.
( key / din )

Rabu, 06 Oktober 2010

LORENZO : "FOKUS KE JUARA DUNIA DULU, BARU MEMBALAS ROSSI"


Pertarungan menjelang akhir musim MotoGP sepertinya memang semakin memanas. Bukan hanya karena senggolan di akhir lap MotoGP Motegi Jepang akhir pekan lalu, namun juga karena pertarungan kata-kata di luar sirkuit antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Lorenzo yang merasa dirugikan oleh rekan setimnya itu, pun bertekad membalas kekalahannya jika ia sudah mengunci titel juara dunia.

Nah, tentunya dengan finis di posisi posisi kesembilan dengan tambahan poin sebanyak 7 poin, maka selisih jarak dengan Dani Pedrosa sudah tidak akan terkejar lagi, yaitu 76 poin dengan 3 seri tersisa. Dan ini adalah hal yang bisa diprediksikan bakal terjadi, jika tidak Lorenzo tidak terjatuh.

“Setiap Rossi menyalip saya, dia selalu ingin melakukan menyenggol saya dan mendorong saya keluar lintasan. Dan ini sudah dilakukannya pada Gibernau dan Stoner, sekarang giliran saya. Tapi itu tidak akan terjadi, karena saya bukan mereka. Setelah titel juara dunia saya amankan, saya akan bertarung dengan cara yang diinginkannya,” geram Lorenzo.

Rossi yang awalnya adem ayem mendengar semua komentar dari Lorenzo di media massa, pun mulai terusik dengan semua yang dikatakan oleh rekan setimnya itu. Namun Rossi tetap menanggapi dengan kepala dingin dan dengan sedikit lelucon yang menjadi ciri khasnya.

“Tentu saya kaget melihat reaksi Lorenzo. Padahal saat finis, ia terlihat tenang kok! Saya tidak mengerti mengapa tiba-tiba ia berubah pikiran seperti itu. Padahal dia pernah mengatakan bakal bertarung dengan saya hingga lap terakhir. Dan di Motegi itu kesempatan besar untuk bertarung hingga lap terakhir,” ungkap Rossi.

“Kami saling salip beberapa kali sepanjang balapan berlangsung dan kadang saling bersenggolan. Ini adalah momentum yang sangat indah, apalagi setelah saya memasuki garis finis di depan Lorenzo,” imbuh Rossi.

Hmm, tentunya pertarungan akan terus berlanjut sebelum Rossi absen dua seri terakhir. Dan di MotoGP Australia, adalah kesempatan besar bagi Lorenzo untuk melakukan hal yang sama pada Rossi. Apakah itu akan terjadi? Kita lihat saja nanti.